Senin, 22 Juli 2013

30 Hari Mengejar Keio Part 1 : Kenapa Keio

Okeh, ga 30 hari juga sih, lebih lama dari itu (mulai nyari info bulan Agustus 2012 dan baru dapet pengumuman Juli 2013). Tapi tetep sesuai judul aja, saya mau ceritain perjalanan saya dari awal lulus ITB sampe dinyatakan diterima di Keio University (selanjutnya saya sebut Keio aja biar singkat).

Writer’s Note : seperti biasanya karena post nya bakalan panjang jadi akan saya bagi jadi beberapa post dan maklum aja ya kalo ada curhat-curhatnya dikit.

Jadi ceritanya saya somehow berhasil meloloskan diri dari ITB lewat Sabuga bulan Juli 2012 dengan predikat biasa saja tanpa pendamping wisuda.

Saya ga curhat loh ya

Terus setelah dinyatakan lulus rasanya ada yang kurang, mau riset lagi gitu (emang kurang ngoprek sih selama S1). Dan emang sebelum masuk ITB ada keinginan buat sekolah di Jepang yang entah kenapa terlupakan seiring perjalanan kehidupan di ITB (*tsaaah), jadi ya kenapa ga mulai sekarang aja mulai nyari-nyari info sekolah di luar negeri.

Saya memulai pencarian ini dengan 2 masalah utama
1. Bahasa asing yang cukup saya kuasai hanyalah Bahasa Inggris
2. Saya (atau tepatnya orang tua saya) tidak punya cukup uang untuk membiayai kuliah di luar negeri 
 
Awalnya nyari di google dengan keyword random macem “Post Graduate Robotic Scholarship”, “Robotic University Scholarship”, “Graduate Scholarship”. Tapi karena nyarinya random, hasilnya juga random, ga menghasilkan apa-apa. Untung inget yang namanya Erasmus Mundus, sebuah program kerjasama Uni Eropa dengan berbagai negara di dunia tentang pengembangan pendidikan dan riset.

 
Ga tau apakah ini logo yang benar

Lumayan nih kalo dapet beasiswa dari Erasmus Mundus, bisa sekolah sekalian liat-liat benua eropa. Lanjut cek sitenya Erasmus Mundus disini, ternyata program Erasmus Mundus banyak banget sesuai bidang riset nya, dan akhirnya nemu program yang cocok yaitu EMARO (Europan Master of Advance Robotic).

 
Program yang mempertemukan saya dengan Keio

Langsung cek sitenya EMARO disini dan ternyata program EMARO merupakan kerjasama antara 3 Universitas di Eropa (Prancis, Polandia, dan Italia) dan 3 Universitas di Asia (Thailand, Jepang, China). Dan iya, universitas di Jepang itu adalah Keio University.

Nah disini jadi ada 2 pilihan, mau nyoba daftar EMARO apa spesifik aja nyoba Keio. Kalo EMARO, ntar bisa nyobain kuliah di beberapa universitas luar negeri selama 2 taun master, kalo Keio ya 2 taun full di jepang. Nah setelah menimbang dan membandingkan selama sekitar 2 menit (ga 2 menit juga sih), akhirnya saya memilih mempelajari lebih jauh tentang Keio.

Dari salah satu situs internasionalnya Keio (disini), saya menemukan sebuah program yang sangat menarik dari Keio yaitu IGP (International Graduate Program). Sesuai namanya program ini memberi kesempatan mahasiswa dari luar jepang untuk merasakan kuliah Master dan Doctoral di Jepang dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu untuk para pendaftar program ini juga diberi kemudahan yaitu bisa sekalian mendaftar beasiswa, jadi dengan 1 dokumen yang dikirim ke Keio kita bisa mendaftar universitasnya sekaligus minta beasiswa. Kesempatan kuliah di Jepang dengan bahasa pengantar bahasa Inggris dan diberi beasiswa penuh. Saya ga butuh alasan lain lagi untuk mendaftar di Keio.

Yah kira-kira itu alasan kenapa saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Keio University, Jepang. Untuk proses pendaftarannya ada di postingan selanjutnya.

Extra :
  • pendaftaran IGP Keio University untuk taun 2014 udah di buka, monggo liat disini
  • Timeline bisa kamu liat n download disini 
  • Guide resmi bisa kamu liat n download disini
  • Form pendaftaran bisa kamu download disini, ngisinya boleh ketik atau tulis tangan yang penting jelas terbaca

1 yang komentar:

Fitri Handayani mengatakan...

Pengiriman berkasnya mengalami kendala tidak? Maksd transcript yg dikirim langsung oleh kampus